Perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Membeli rumah melalui KPR adalah solusi yang paling umum digunakan saat ini. Namun, banyak orang masih bingung ketika harus memilih antara KPR konvensional dan KPR syariah.
Keduanya sama-sama menawarkan cicilan bulanan, tetapi memiliki konsep yang berbeda. Jika tidak dipahami dengan baik, hal ini bisa berdampak pada perencanaan keuangan jangka panjang.
Fitur
KPR Konvensional
KPR Syariah
Landasan Hukum
Hukum positif/nasional
Syariat Islam & Hukum nasional
Sistem Imbal Hasil
Suku bunga (fixed & floating)
Margin keuntungan (Murabahah) atau sewa (Ijarah)
Sifat Cicilan
Berubah-ubah mengikuti suku bunga BI
Tetap (fixed) dari awal sampai akhir masa kredit
Denda Keterlambatan
Denda finansial sebagai tambahan pendapatan bank
Biasanya berupa dana sosial atau denda terbatas (tidak jadi pendapatan bank)
Pelunasan Dipercepat
Sering dikenakan penalti (persentase dari sisa pokok)
Biasanya tanpa penalti atau hanya biaya administrasi
Pengawasan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
OJK & Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Perbedaan Sistem Dasar
KPR konvensional menggunakan sistem bunga. Bank memberikan pinjaman, lalu nasabah mengembalikan dengan tambahan bunga yang bisa berubah mengikuti kondisi pasar.
Sebaliknya, KPR syariah tidak menggunakan bunga. Bank membeli properti lalu menjualnya kembali kepada nasabah dengan margin keuntungan yang sudah disepakati di awal. Karena itu, cicilan biasanya tetap hingga lunas.
Perbedaan Cicilan dan Risiko
Pada KPR konvensional, cicilan sering kali terasa ringan di awal karena bunga masih rendah (fixed). Namun setelah masuk periode floating, cicilan bisa meningkat.
Sedangkan pada KPR syariah, cicilan cenderung stabil dari awal sampai akhir. Hal ini membuat perencanaan keuangan lebih mudah karena tidak ada risiko kenaikan bunga.
Transparansi Total Pembayaran
Salah satu keunggulan KPR syariah adalah total pembayaran sudah diketahui sejak awal akad. Nasabah bisa langsung tahu berapa total yang harus dibayar sampai lunas.
Sementara itu, pada KPR konvensional, total pembayaran bisa berubah tergantung pergerakan suku bunga selama masa kredit.
Denda dan Pelunasan
KPR konvensional biasanya memiliki denda keterlambatan dan penalti jika ingin melunasi lebih cepat.
Pada KPR syariah, denda umumnya tidak menjadi keuntungan bank (lebih ke bentuk disiplin), dan beberapa bank memberikan kemudahan untuk pelunasan dipercepat.
Mana yang Lebih Cocok?
Tidak ada yang benar atau salah, semuanya tergantung kebutuhan.
Jika kamu ingin cicilan stabil dan lebih tenang dalam jangka panjang, KPR syariah bisa jadi pilihan.
Jika kamu ingin cicilan awal lebih ringan dan fleksibel, KPR konvensional masih menarik.
Yang terpenting adalah memahami risikonya sejak awal, bukan hanya tergiur cicilan murah di awal.
Rekomendasi Pilihan
Perbedaan utama antara KPR konvensional dan syariah terletak pada sistemnya: bunga vs akad. Dari situ, semua perbedaan lain seperti cicilan, risiko, dan transparansi ikut terbentuk.
Sebelum mengambil keputusan, pastikan kamu sudah menghitung kemampuan finansial dan membandingkan beberapa penawaran dari bank.
Harta berupa tanah dan bangunan biasa disebut sebagai properti. Properti adalah sarana prasarana yang tidak bisa dilupakan oleh manusia. Sebab, properti bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan ...
Kebutuhan air bersih sangat vital setiap tahunnya dimana saat ini banyak muncul industri yang membuat kesterilan air menurun karena rembesan limbahnya telah bercampur dengan sumber mata air tanah. ...
Kabupaten Tuban memiliki banyak notaris dan PPAT yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Tuban, Merakurak, Semanding, hingga kecamatan lainnya. Kehadiran notaris dan PPAT sangat ...
Kamu sedang mencari alamat dan kontak notaris PPAT kota Tangerang? Tenang, jumlahnya puluhan dan bisa kamu pilih mana yang dekat dengan lokasimu saat ini.Jika kamu membutuhkan jasa pejabat umum yang ...
Tidak banyak lokasi yang mampu di referensikan keduanya oleh investor. Karena biasanya yang sering terjadi adalah investor menjadikan salah satu dari kedua hal tadi untuk mereferensikan sebuah ...
Terjadi kesalahan saat mengisi form, silahkan coba lagi
Cek Email Anda
Kami telah mengirim link verifikasi ke email Anda. Silakan buka email Anda dan klik link untuk mengaktifkan akun.
(Cek kotak spam jika tidak ada di kotak masuk)
Lupa Password?
Masukkan alamat email Anda untuk mengirimkan link reset password.
Kami telah mengirim link verifikasi ke email Anda. Silakan buka email Anda dan klik link untuk melakukan reset password akun.
(Cek kotak spam jika tidak ada di kotak masuk)