Saat Ekonomi Melemah, Apakah Bisnis Properti Harus Ikut Melambat? Ketika ekonomi sedang penuh ketidakpastian, pasar saham bergejolak, dan MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia, banyak pelaku usaha mulai bertanya: bagaimana dampaknya terhadap bisnis properti? Menurut saya, kondisi seperti ini bukan hanya soal bertahan, tetapi juga tentang membaca peluang. Pembeli mungkin semakin selektif. Penjual mungkin membutuhkan likuiditas lebih cepat.
Hendy
18 October 2026
3
5
0
Hendy
18 October 2026 16:51
Developer harus semakin cermat menentukan produk dan harga.
Di tengah perubahan itu, peluang tetap ada bagi pengusaha dan agen properti yang mampu memahami kebutuhan pasar.
Pertanyaannya, peluang apa yang justru muncul ketika pasar sedang tidak mudah?
Hendy
19 October 2026 22:12
Peluang 1 — Menjadi spesialis properti yang realistis harganya.
Ketika daya beli tertekan, calon pembeli akan semakin memperhatikan harga, cicilan, lokasi, dan biaya tambahan. Agen yang mampu menawarkan properti sesuai kemampuan pembeli bisa memiliki keunggulan.
Hendy
20 October 2026 21:25
Peluang 2 — Menemukan penjual yang membutuhkan likuiditas
Sebagian pemilik mungkin perlu menjual aset untuk kebutuhan usaha atau keuangan. Agen yang memiliki jaringan dan kemampuan negosiasi dapat mempertemukan mereka dengan pembeli yang tepat.
Namun, harga harus tetap masuk akal dan transaksi perlu diperiksa legalitasnya.
Hendy
20 October 2026 21:25
Peluang 3 — Memperkuat pasar properti sekunder
Rumah siap huni bisa menjadi alternatif bagi pembeli yang ingin melihat kondisi bangunan secara langsung dan menghindari waktu tunggu pembangunan. Ini bukan berarti semua rumah sekunder lebih murah, tetapi segmen ini layak diperhatikan.
Hendy
20 October 2026 21:25
Peluang 4 — Memenangkan pasar melalui data dan pemasaran digital
Ketika transaksi semakin sulit, mengandalkan banyak listing saja tidak cukup. Agen perlu mengetahui harga transaksi yang realistis, memahami kebutuhan calon pembeli, dan memasarkan properti secara konsisten melalui kanal digital.
